My Photo

Daily matters



  • www.flickr.com
    This is a Flickr badge showing public photos from Adibi. Make your own badge here.

  • Call me!

Site Tracker

  • Extreme Tracker
Blog powered by TypePad
Member since 08/2003

Friday, July 18, 2008

The good and the bad..

Let me share with you the following ayats from Surah al-Hadid:

[22]
No misfortune can happen on earth or in your souls but is recorded in a decree before We bring it into existence: that is truly easy for Allah:
[23] In order that ye may not despair over matters that pass you by, nor exult over favours bestowed upon you. For Allah loveth not any vainglorious boaster,

Below is the Malay translation of the above:

[22] Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [23] (Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.

Let us willingly submit to Allah swt and live our lives as prescibed in His Book The Qur'anul Karim and the Sunnah of our beloved Prophet,Muhammad(PBUH).

NB: Book recommendation:
Ttitle: The Moral Values of the Qur'an by Harun Yahya.

Friday, July 11, 2008

Then ask for what you want...

1028201001_1bcbf10176_m Last Wednesday,our tasawuf guru Shaykh Shamsul Bahari quoted A Hadith Qudsi to remind his mureeds the importance of zikir.Today,I checked the Hadith he referred is mentioned in a book entitled Sahih Qudsi Hadiths written by Magdy Fathi El-Sayed (translated/edited by al-Falah Foundation) Hadith Qudsi No 74,page 120(Reported by  Al-Bukhari,Al-Baihaqi and Tirmidhi).Below is the Hadith:

Umar Ibn Al-Khattab(R.A.A) RELATED THAT THE PROPHET(PBUH) said,"Allah ,the Lord of Majesty and Glory says,'Whoever is preoccupied by remembering Me than asking Me(of My Favours),I give him more than what I gave to those who ask Me'."

In another Hadith Qudsi:(Reported by Ahmad,Tirmidhi, and Ibn Habban)

Anas Ibn Malik (RAA),related that Umm Salim came to the Prophet(PBUH), and asked him to teach her some words to supplicate with.The Prophet(PBUH) said,"Say,subhana Allah ten times,Alhamdulillah ten times and Allahu Akbar ten times.Then ask for what you want.For Allah says,'I have done it.I have done it.






Friday, July 04, 2008

Getting ready for Ramadhan

STM Ramadhan Today is the first of Rejab 1429.In two months time,insyaAllah,we will be given the opportunity again to fast and do our ibadah in the holy month of Ramadhan al-Mubarak.How do we get ready or prepare for Ramadhan so that we can maximise the benefits of the Holy Month?

Let us ponder on what we had done during the last Ramadhan.I think it is good to make a list of them and plan a way on how to improve the quantity and the quality of the ibadah.To improve our performance,it is good to start practising all the activities from now.As an example, we should start reading Qur'an more often than we were doing previously.The same applies to other activities like puasa sunat,zikir,solat tahajjud etc.Practice makes perfect.

[51:56] I have only created Jinns and men, that they may serve Me.

[51:56] Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu.

Further readings here and here.

Friday, June 27, 2008

Ikhlas

While reading note no 38 Vol 1 of the book Liberating The Soul on Sincerity is Essential for Faith,it reminds me of my late cousin Ustaz Zakaria who talked to me about the importance of ikhlas in our ibadah to Allah swt.Taking solat as an example, if we donot comply with the shariah,the solat will be null and void.If our solat complied with the shariah but the ikhlas was missing,the solat is 'sah' but will not be accepted.To be accepted by Allah swt, our solat must comply with shariah AND accompanied by IKHLAS during the performance of the solat.

In the words of Mawlana Jalal al-Din al-Rumi:

You should be sincere in all your deeds,
So that the Majestic Lord may accept them.

Sincerity is the wing of the bird of the acts of obedience.

          Without a wing, how can you fly to the abode of prosperity?


Let me quote the last two paragraphs of Shaykh Nazim Adil al-Haqqani in his discourse on ikhlas:

You must acquire ikhlas during this life.Ikhlas opens to you eternal Paradise's doors forever.On the Day of Resurrection,you will be asked about ikhlas.It is qalbun salim,a pure,sound heart,full of ikhlas.A little ikhlas is more useful to you in bringing worshipping and prayers than the value of this whole dunya.

Try to do everything with ikhlas-to do everything for the sake of Allah Almighty,for the love of Allah Almighty,not for anything else."For You only,Oh my Lord.You gave me your divine love and I am Your obedient servant".Nothing fills his eyes except his Lord.That is ikhlas.

According to Shaykh Nazim,without ikhlas,it was rubbish."habaan manthura"-refer Surah al-Furqan,ayat no 23.

What is the meaning of ikhlas?Please read about it here.How do we upgrade our heart(qalbu) to qalbun salim?

Link to ihsan.

Friday, June 20, 2008

Muraqabah

414954711_c83078602a What is muraqabah? For the meaning,please read here.
It is a practice that can upgrade our  level of ehsan in our ibadah and daily life.

In his lecture entitled Being Present with Your Lord,Shaykh Nazim Adil a-Haqqani mentioned the following ayats (Liberating The Soul Vol 1):-

[89:14]
For thy Lord is (as a Guardian) on a watch-tower.
[52:48] Now await in patience the Command of they Lord: for verily thou art in Our eyes: and celebrate the praises of they Lord the while thou standest forth,

Allah is always watching us all the time.So, be very careful(vigilant) with our thoughts,speech and actions if we wish to earn His Pleasure and Acceptance,insyaAllah.Wkipedia on muraqabah.

Friday, June 13, 2008

Balasan di Syurga

Selepas solat subuh pagi ini,Tuan Imam memimpin ahli jemaah membaca ayat-ayat berikut.Syukur Alhamdulilah saya dapat ada bersama dan terjawab soalan yang ditanya olih isteri saya yang saya gagal menjawabnya berasaskan nas Al-Quran.Soalannya:Adakah keluarga kita akan bersama di akhirat nanti kerana tahap keimanan dan amalan kita berbeda?Jawapannya pada ayat 21.

Ayat-ayat berikut memaklumkan balasan Allah kepada orang bertakwa.

Surah At-Tuur:
[17]
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, di tempatkan dalam taman-taman Syurga dan nikmat kesenangan (yang tidak ada taranya). [18] Mereka bersenang lenang dengan apa yang dikurniakan oleh Tuhan mereka dan mereka dipelihara Tuhan dari azab neraka. [19] (Dan dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah kamu makanan dan minuman yang lazat serta baik kesudahannya, dengan sebab apa yang kamu telah kerjakan". [20] Mereka duduk berbaring di atas pelamin-pelamin yang berderet dan Kami jadikan kawan teman mereka bidadari-bidadari yang putih melepak, lagi luas cantik matanya. [21] Dan orang-orang yang beriman yang diturut oleh zuriat keturunannya dengan keadaan beriman, Kami hubungkan (himpunkan) zuriat keturunannya itu dengan mereka (di dalam Syurga); dan Kami (dengan itu) tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal-amal mereka; tiap-tiap seorang manusia terikat dengan amal yang dikerjakannya.
[22] Dan (penduduk Syurga itu) Kami tambahi mereka (dari semasa ke semasa), dengan buah-buahan dan daging dari berbagai jenis yang mereka ingini. [23] Mereka di dalam Syurga itu (kerana melahirkan kemesraan antara satu dengan yang lain) berebut-rebut mengambil piala yang berisi arak yang tidak menyebabkan timbul (dari peminumnya) perkara yang sia-sia dan tidak pula menyebabkan (peminumnya menanggung) dosa.

Makna takwa.


Friday, June 06, 2008

The House of Spider

Hannan wedding 171 The photo on the right is the roof of Pasar Siti Khadijah, Kota Bharu,Kelantan.If it is a spider house, the spider would be big enough to eat us for breakfast! As an eningeer, the question came to my mine,will it stands the powerful cyclone Nargis like what happened in Myanmar some time ago?If the wind force is strong enough,most likely,it will fly like a big kite-wau labah-labah.
From structural engineering perspectives,any structures will fail when the loading exceeds its limit state of failures.

The roof reminds me of the following ayats from surah al-'Ankabuut:

[41] The parable of those who take protectors other than Allah is that of the Spider, who builds (to itself) a house; but truly the flimsiest of houses is the Spider's house; if they but knew.

[42] Verily Allah doth know of (every thing) whatever that they call upon besides Him: and He is Exalted (in power), Wise.

[43] And such are the Parables We set forth for mankind, but only those understand them who have knowledge. 

[41] Misal bandingan orang-orang yang menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung (yang diharapkan pertolongannya) adalah seperti labah-labah yang membuat sarang (untuk menjadi tempat perlindungannya); padahal sesungguhnya sarang-sarang yang paling reput ialah sarang labah-labah, kalaulah mereka orang-orang yang berpengetahuan.

[42] Sesungguhnya Allah mengetahui (kepalsuan) apa jua yang mereka sembah yang lain daripadaNya dan Allah jualah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

[43] Dan misal-misal perbandingan yang demikian itu Kami kemukakan kepada umat manusia, dan hanya orang-orang yang berilmu yang dapat memahaminya.


So,let us all be reminded that Allah is the ONLY protector.No matter how rich and powerful we are,our lives are very fragile and vulnerable.Our 'positions' in this life can change any time-from rich to poor, from healthy to sick,from somebody to nobody etc and vice versa.Every moment of our safety and well being are at His Mercy and Pleasure.As normal human beings we always want more  than whatever we have.First,let all of us offer our du'a that Allah won't take away whatever we already have and be grateful for them.

Friday, May 30, 2008

No tazkirah today

My apologies to my regular readers of Friday Tazkirah.I am now at my kampung to attend Kenduri Kawin my niece.InsyaAllah I will continue next week.
I don't have pc with me and no Internet connection at my mother's house.I blog this using my Treo680.

Friday, May 23, 2008

Verily,this is My way..

Last month our guru Prof Dr Hashim Minhat, discussed at length about the weakening power of the muslim ummah in our country.One of the ayats he quoted is:

[6:153]
Verily, this is My Way leading straight: follow it; follow not (other) paths: they will scatter you about from His (great) Path; thus doth He command you, that ye may be righteous.
[6:153] Dan bahawa sesungguhnya inilah jalanKu (agama Islam) yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya dan janganlah kamu menurut jalan-jalan (yang lain dari Islam), kerana jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah, Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu, supaya kamu bertakwa.

If we had chosen to deviate from His Way, and suffered the consequences of our decisions and actions,then we are the ones to be blamed and must be accountable for them.We must realise and accept our mistakes and have a recovery plan to The Right Path.Talking without any plan and actions will lead us nowhere.This applies to the nation and well as to our individual lives.

Friday, May 16, 2008

Lalai serta leka..

Beberapa hari yang lepas seorang kawan and ahli keluarga meninggal dunia.Umurnya sebaya dengan saya-50'an.Beliau seorang ahli perniagaan dibidang hartanah yang berjaya.Kali terakhir saya berjumpa dan sempat bersembang dengannya ialah dua bulan yang lalu semasa kami menghadiri satu majlis perkahwinan.Perbincangan kami berlekar kepada pendidikan agama untuk anak-anak kami yang amat terdedah kepada pelbagai ancaman fikrah kufur dan budaya kuning yang mengasyikkan dan melalaikan.Kesannya membuat mereka leka dari mematuhi perintah Allah dan memandang ringan larangan Allah swt.Beliau seorang peniaga yang baik dan sentiasa berdamping dengan guru agama.Banyak saya ambil iktibar darinya yang bergiat didalam mempelajari Al-Qur'an dan menghayati Al-Qur'an.Apabila saya mendapat berita yang beliau meninggal dunia secara tiba-tiba,saya terus teringat bicara kami sebagaimana saya tuliskan diatas.Amat terasa kehampiran maut...Al-Fatihah Ya akhi.

Setiap dua minggu, guru kami mengingati kami yang masih hidup untuk bersyukur kerana masih berada diatas bumi dan tidak dibawah bumi.Masa untuk beribadat sentiasa berkurangan  setiap detik berlalu dan ramai diantara kami yang masih lalai dan leka...Kita semua masih sibuk dengan harta orang yang akan kita tinggalkan dan kurang usaha bersungguh-sungguh untuk membawa sebanyak mungkin bekal untuk kehidupan kita yang kekal abadi di akhirat nanti.

Kerja mencari rezeki sama ada sebagai peniaga atau makan gaji amat melekakan dan melalaikan jika tidak kita kawal.Sudah pasti persiapan untuk hari-hari akhirat akan terbiar dan tertinggal.Oleh hal yang demikian,pengurusan masa perlu mengambil kira kerja persiapan untuk kehidupan di akhirat tanpa mengabaikan hak kita didunia.Masa untuk ibadah perlu dimasukkan didalam diari harian kita.

Berikut saya sertakan beberapa ayat Qur'an yang berkaiatan dengan tajuk diatas:

[24:37] (Ibadat itu dikerjakan oleh) orang-orang yang kuat imannya yang tidak dilalaikan oleh perniagaan atau berjual beli daripada menyebut serta mengingati Allah dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat; mereka takutkan hari (kiamat) yang padanya berbalik-balik hati dan pandangan.

[28:77] Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian nikmatNya yang melimpah-limpah) dan janganlah engkau melakukan kerosakan di muka bumi; sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerosakan.
[29:64] Dan (ingatlah bahawa) kehidupan dunia ini (meliputi segala kesenangan dan kemewahannya, jika dinilaikan dengan kehidupan akhirat) tidak lain hanyalah ibarat hiburan dan permainan dan sesungguhnya negeri akhirat itu ialah kehidupan yang sebenar-benarnya; kalaulah mereka mengetahui (hakikat ini tentulah mereka tidak akan melupakan hari akhirat).

[18;28] Dan jadikanlah dirimu sentiasa berdamping rapat dengan orang-orang yang beribadat kepada Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang, yang mengharapkan keredaan Allah semata-mata dan janganlah engkau memalingkan pandanganmu daripada mereka hanya kerana engkau mahukan kesenangan hidup di dunia dan janganlah engkau mematuhi orang yang Kami ketahui hatinya lalai daripada mengingati dan mematuhi pengajaran Kami di dalam Al-Quran, serta dia menurut hawa nafsunya dan tingkah-lakunya pula adalah melampaui kebenaran.

Let me qoute an excerpt from the book "Don't Be Sad".

It is incumbent upon everyone to realise that death is hovering above us.At any moment,day or night,death can come.Caliph Ali bin Abu Taalib expressed in lucid terms the reality of our life:


" The Hereafter is travelling towards us and this life is travelling away from us; so be among the children of the Hereafter and not the children of this world.For today is action without reckoning(judgement), and tomorrow is reckoning without action".

From this saying,we can learn how imperative it is for us to improve ourselves,to renew our repentance.and to know that we are dealing with The Lord,Who is Generous,Powerful,Great and Kind.

Death does not seek permission prior to arrival,nor does it gives early warning that it is on the way. The Qur'an informs us:

{[No person knows what he will earn tomorrow,and no person knows in what land he will die]}-Qur'an 31:34

{[The Appointment to you is for a Day,which you cannot put back for an hour(or a moment) nor put forward]}-Qur'an 34:30