Setiap hari kita sentiasa sibuk dengan urusan kehidupan dunia sehingga amat sedikit masa untuk terfikir untung nasib diri selepas kita mati.Sebagai seorang muslim/muslimah,kita percaya kehidupan di alam dunia ini adalah sementara dan yang kekal abadi ialah di akhirat nanti.Beberapa bulan lagi,jika di panjangkan umur olih Allah swt,saya akan naik taraf kepada Warga Emas(60 tahun) dan apabila saya melihat kembali(flash back) kehidupan saya yang telah berlalu,masa yang hampir enam dekad telah berlalu dengan pantas sekali and amalan bekalan untuk kehidupan di akahirat amatlah sedikit sekali.Dimana logik dan bijaknya jika saya lebih banyak bekalan didunia yang sebentar dan tidak kekal ini dari bekalan akhirat yang kekal abadi???Teringat satu hadith yang bermaksud: Orang yang paling bijak diantara kamu ialah orang yang meningati mati dan bersedia dengan bekalannya untuk diakhirat nanti.
Tanya diri kita:Adakah kita tergolong dari orang yang bijak atau orang lalai???
Let me qoute an excerpt from the book "Don't Be Sad".
It is incumbent upon everyone to realise that death is hovering above us.At any moment,day or night,death can come.Caliph Ali bin Abu Taalib expressed in lucid terms the reality of our life:
" The Hereafter is travelling towards us and this life is travelling away from us; so be among the children of the Hereafter and not the children of this world.For today is action without reckoning(judgement), and tomorrow is reckoning without action".
From this saying,we can learn how imperative it is for us to improve ourselves,to renew our repentance.and to know that we are dealing with The Lord,Who is Generous,Powerful,Great and Kind.
Death does not seek permission prior to arrival,nor does it gives early warning that it is on the way. The Qur'an informs us:
{[No person knows what he will earn tomorrow,and no person knows in what land he will die]}-Qur'an 31:34
{[The Appointment to you is for a Day,which you cannot put back for an hour(or a moment) nor put forward]}-Qur'an 34:30
Berikut saya sertai 3 ayat dari Surah Al Hadid dimana Allah menjelaskan hakikat kehidupan dunia dan ukhrawi untuk renungan kita bersama.Ayat ketiga menjelaskan Qadar dan Qadar.
Ustaz Lokman Dato Haji AWang dari Terengganu memperingati saya: Yang dunia kita cari,yang akhirat kita kejar! Tanyalah diri apakah yang kita kejar setiap pagi dan petang sampai kemalam???
Sama-samalah kita menjadi orang yang berjaya di alam dunia dan di alam akhirat,insyaAllah.
Ketahuilah bahawa (yang dikatakan) kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah (bawaan hidup yang berupa semata-mata) permainan dan hiburan (yang melalaikan) serta perhiasan (yang mengurang), juga (bawaan hidup yang bertujuan) bermegah-megah di antara kamu (dengan kelebihan, kekuatan, dan bangsa keturunan) serta berlumba-lumba membanyakkan harta benda dan anak pinak; (semuanya itu terhad waktunya) samalah seperti hujan yang (menumbuhkan tanaman yang menghijau subur) menjadikan penanamnya suka dan tertarik hati kepada kesuburannya, kemudian tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; akhirnya ia menjadi hancur bersepai; dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada azab yang berat (di sediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan kehidupan dunia itu), dan (ada pula) keampunan besar serta keredaan dari Allah (disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan akhirat). Dan (ingatlah, bahawa) kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.
(Al-Hadiid 57:20) | <Embed> | English Translation
Berlumba-lumbalah kamu (mengerjakan amal-amal yang baik) untuk mendapat keampunan dari Tuhan kamu, dan mendapat Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya; yang demikian ialah limpah kurnia Allah, diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan Allah sememangnya mempunyai limpah kurnia yang besar.
(Al-Hadiid 57:21) | <Embed> | English Translation
Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi, dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Al-Hadiid 57:22) | <Embed> | English Translation

Comments